Mas, Hari libur kemarin ngapain? Kalo Aqu belajar bahasa Inggris di rumah Mas. Seharian Mas dan mendapat banyak pertanyaan. (Halah… Bilang aja mau nanya)

Iya Mas, Aqu punya banyak pertanyaan. Ini sebagai kue beneran deh. Hehehe -just Kidding-

Saya dapat setelah membaca Artikel daari Cambridge University:

1. I think I might consider taking some summer classes

Knapa tidak pakai MAY.?

2. I am going to give her a piece of my mind.

Artinya, Mas?

3. Where are you headed, Barbara?

Knapa ngga’ pake’ DO dgn kata HEAD aja?

4. Mas, Ini bisa direduksi ato tidak ya, pada kata THAT WOULD?

Apa beda antara TOBE dgn CAN, WILL? Pengaruhnya pada sentences?

These vivid and often poignant accounts of life histories were originally intended for publication in a series THAT WOULD form a gigantic documentary portrait of everyday life in America.

5. Experiments BEING carried out on several hundred patients indicate that ordinary sugar in high concentrations is lethal to bacteria.

Mas, Knapa BEING bisa nyelip disitu ya? Salah baris kali ya? Help, Pleeeeaaaaseeee… Cry

6. Look at paragraph 2, with which OF the following statements would be author most probably agree

The How and Why OF Getting the Information on That Number

Mas, Ini soal OF lagi, knapa bisa nyelip ya?

7. The wide diversity of interviewees was encouraged by the administrators, keen to foster tolerance and to promote a sense of national identity during the difficult period of the 1930s.

Mas, Aqu bingung dengan pola kalimat diatas? Koq tiba2 ada kata KEEN to faster?

Knapa 1930s, Pakai “s”, Mas?

8. Some desert-plant adaptations are related to chemical mechanisms. For instance, some phreatophytes depend on their unpleasant smell and taste for protection, while many xerophytes have internal gums and mucilages that give them water-retaining properties. another chemical mechanism is THAT OF the epicuticular wax layer. this wax layer acts as an impervious cover to protect the plant. it prevents excessive loss of internal moisture. it also protects the plant from external aggression, which can come from inorganic agents such as gases, or organic agents, which include bacteria and plant pests.

THAT OF..?

Imran Raif

ANSWER:

1. I think I might consider taking some summer classes.

Di kalimat ini, MIGHT = MAY = mungkin. So, kalimatnya juga benar kalau MIGHT diganti dengan MAY menjadi:

I think I may consider taking some summer classes.

Tetapi kenapa si penulis kalimat menggunakan MIGHT?

Alasannya ada dua:

a. Karena kalimat ini terdiri dari dua clause (“I think” dan “I might/may consider taking some summer classes”). Jika kalimatnya lebih dari satu clause, MIGHT lebih sering digunakan.

b. Sebenarnya ada sedikit perbedaan makna antara MIGHT dan MAY. Probabilitas MIGHT sedikit lebih rendah dari MAY. Artinya, jika digunakan MIGHT, kemungkinan terjadinya/kemungkinan dilakukannya “verb” yang mengikutinya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan MAY. Kemungkinan untuk “mempertimbangkan” pada MIGHT CONSIDER adalah lebih rendah daripada MAY CONSIDER. Dengan kata lain, kemungkinan bahwa subject I untuk TIDAK mempertimbangkan pada MIGHT CONSIDER adalah lebih tinggi dari MAY CONSIDER.

Contoh lain:

It might rain soon” vs “It may rain soon”.

Kemungkinan bahwa akan terjadi hujan pada kalimat “It might rain soon” adalah lebih rendah dibandingkan dengan pada kalimat “It may rain soon“.

NOTE: selain berarti “mungkin“, auxiliary “MAY” juga digunakan untuk meminta permission/ijin. Dalam hal ini, MIGHT tidak dapat digunakan.

May I go now? CORRECT

MIGHT I go now? INCORRECT.

2. “a piece of my mind” = kritikan atau saran atau nasihat yang aku berikan atas apa yang telah dilakukan orang yang diberi kritikan/saran/nasihat tersebut.

Contoh lain:

If you find any difficulties in understanding certain English patterns, I will try my best to give you a piece of my mind.

3. Where are you headed, Barbara?

Knapa ngga’ pake’ DO dgn kata HEAD aja?

Karena kalimat ini adalah kalimat pasif. Di kalimat ini, subject “you atau Barbara” bersifat pasif, tidak punya kontrol terhadap arah tujuan. Misalnya saja, Barbara ini berada di sebuah taksi di sebuah kota yang baru saja dikunjunginya. Dia sudah lama di taksi itu tapi tidak sampai-sampai di rumah temannya. Akhirnya dia nelpon temannya itu, dan salah satu pertanyaan temannya adalah:

Where are you headed, Barbara?

I am headed south. (Aku (dibawa) ke arah selatan).

Jika Barba punya kontrol terhadap arah/tujuan, pertanyaan di atas lebih tepat dinyatakan dalam present continuous tense:

Where are you heading, Barbara?

I am heading south now. (Aku sedang meluncur/menuju ke arah selatan).

Konteks kalimat yang menggunakan verb “head” yang mengandung makna reguritas atau runitinas sehingga dapat digunakan simple present tense, apa ya?

4. Apakah phrase “THAT WOULD” pada kalimat “These vivid and often poignant accounts of life histories were originally intended for publication in a series THAT WOULD form a gigantic documentary portrait of everyday life in America” dapat direduksi?

TIDAK. Adjective clause yang relative pronounnya langsung diikuti oleh auxiliary (i.e. will, would, can, could, may, might, shall, should, dst) tidak dapat direduksi (dipenggal). Kalu direduksi, makna dari auxiliary itu akan hilang, dan tentu saja, makna kalimatnya juga akan berubah.

Apa beda antara TOBE dgn CAN, WILL? Apa pengaruhnya pada sentences?

To be merupakan salah satu dari “linking verb” yang digunakan untuk menghubungkan adjective atau noun dengan subject kalimat atau noun yang diterangkannya.

  1. You are good.
  2. You are a good student.
  3. You were bad.
  4. You were a bad student.

CAN dan WILL adalah auxiliary. Jika diikuti oleh to be, “is, am, are, was, were” semuanya menjadi “be”.

  1. You can be good.
  2. He can be a good student.
  3. She will be a doctor.
  4. I will be a as good as he.

5. Kalimat lengkapnya menggunakan present continuous tense:

Experiments THAT ARE BEING carried out on several hundred patients indicate that ordinary sugar in high concentrations is lethal to bacteria.

Hanya phrase “that are” yang direduksi. Jadi, “being“-nya tidak nyelip kan? :) .

6. Di sini, how dan why adalah noun. “Getting the information on that number” juga noun (atau lengkapnya: noun phrase), tetapi difungsikan sebagai adjective. Jika noun digunakan untuk menerangkan noun di depannya, maka dibutuhkan preposition “OF”.

7. Kalimat lengkapnya: “The wide diversity of interviewees was encouraged by the administrators, WHO WERE keen to foster tolerance and to promote a sense of national identity during the difficult period of the 1930s”.

Apa yang direduksi? Yup. “WHO WERE”.

NOTE: KEEN adalah kata sifat. Kalau “who were keen”, sebaiknya tempatkan “keen” sebelum noun yang diterangkannya.

The wide diversity of interviewees was encouraged by the keen administrators.

Tetapi, karena diikuti oleh phrase, penempatan di depan noun akan membuat lawan bicara sulit/bingung memahami maknanya. Coba perhatikan kalimat berikut:

The wide diversity of interviewees was encouraged by the keen to foster tolerance and to promote a sense of national identity during the difficult period of the 1930s administrators.

Knapa pakai “s” pada 1930s?

1930s = tahun 1930-an (1930, 1931, …, 1939).

Kalau “s”-nya dihilangkan menjadi “1930?, artinya hanyalah tahun 1930 (tidak termasuk tahun 1931, dst).

8. THAT menggantikan “the chemical mechanism“. Jadi “that of” = “the chemical mechanism of” .

Contoh lain:

The chemical mechanisms of desert plants are different from those of low-land plants.

Di kalimat ini digunakan “those” karena yang digantikannya adalah plural: “the chemical mechanisms“.

Contoh lainnya:

The price of my laptop is cheaper than that of his.

The prices of goods twenty years ago were much cheaper than those of goods today.

NOTE: Penggunaan “that of” dan “those of” seperti ini untuk menghindari penggunaan kata yang sama dalam kalimat yang sama. Orang bule tidak suka pengulangan/penggunaan kata yang sama.

Related Posts:

avatar

Swara Bhaskara has 219 post(s) on Swara Bhaskara's English
Author profile : Born and proud to be Putra Dewata.