Formula untuk Past Continuous atau Past Progressive Tense adalah:
|
Subject + (Was/Were) + (Verb1+ing) + Object + Modifier |
Contoh:
- Farmers in Jati Bali were growing rice crops at 9 a.m yesterday. (Petani-petani di Jati Bali sedang menanam padi jam 9 pagi kemarin).
- Some students were conducting research on vegetative plant propagations when I went to the agronomy laboratory two days ago. (Beberapa siswa sedang melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif ketika saya pergi ke lab. agronmy dua hari lalu).
- Transpiration was starting to increase at 8 a.m. this morning. (Transpirasi sedang mulai meningkat jam 8 pagi tadi).
Penggunaan Past Continuous Tense
1. Past Continuous Tense digunakan untuk menyatakan kejadian yang sedang terjadi pada waktu yang spesifik di masa lampau. Dalam hal ini, spesifikasi waktu biasanya dinyatakan dengan jam (i.e. jam berapa kejadian itu berlangsung).
Contoh:
- My daughter was watching TV at eight o’clock last night. (Anak saya sedang nonton TV jam 8 tadi malam).
- She was copying the materials at 10 o’clock this morning. (Dia sedang memfotokopi materi jam 10 tadi pagi).
- I was discussing English with my classmates at 2 p.m. last Friday. (Saya sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kelas saya jam 2 sore hari Jumat yang lalu).
- I was being busy at 8 o’clock yesterday morning. (Saya sedang sibuk jam 8 pagi kemarin).
- They were being very happy at 9 o’clock last Saturday night. (Mereka sedang sangat bahagia jam 9 malam minggu lalu).
2. Past Continuous Tense digunakan untuk menyatakan kegiatan yang sedang terjadi atau sedang berlangsung di masa lampau, yang terinterupsi oleh kejadian yang lain. Dalam hal ini, formulanya adalah sebagai berikut:
|
When + subject1 + simple past tense, subject2 + past continuous |
|
Subject1 + past continuous + when + subject2 + simple past tense |
Note: Kejadian/aktivitas yang menginterupsi dinyatakan dalam past tense dan berfungsi sebagai keterangan waktu. Jika ditempatkan di awal kalimat, sisipkan tanda koma sebelum main clause.
Contoh:
- When I came home, my daughter was watching TV. (Ketika saya pulang, putri saya sedang nonton TV).
- When I called him last night, he was playing card with his friends. (Ketika saya telpon dia tadi malam, dia sedang main kartu dengan teman-temannya).
- When she screamed for help, we were chitchatting. (Ketika dia berteriak minta tolong, kami sedang ngobrol).
- When someone broke into our house, we were sleeping. (Ktika seseorang masuk/mencuri ke dalam rumah kami, kami sedang tidur).
- I held my breath when somebody was behaving suspiciously in my backyard. (Saya menahan nafas saya ketika seseorang bertingkah laku mencurigakan di belakang rumah saya).
3. Past Continuous Tense juga digunakan untuk menyatakan dua kejadian yang terjadi pada saat bersamaan di masa lampau. Dalam hal ini, formula berikut biasanya digunakan.
|
While + subject1 + past continuous, subject2 + past continuous |
|
Subject1 + past continuous + while + subject2 + past continuous |
Contoh:
- While I was typing this note, my family was watching TV in the family room. (Sementara saya sedang mengetik catatan ini, keluarga saya sedang nonton TV di ruang keluarga).
- While the president was giving his speech, the audience was listening to him carefully. (Sementara presiden sedang berpidato, pemirsa/hadirin sedang mendengarkannya dengan seksama).
- Male students were playing around while female ones were chitchatting. (Murid-murid laki-laki sedang bermain-main sementara murid-murid wanita sedang ngobrol).
- My roommate was snoring loudly while I was studying. (Teman sekamar saya sedang mendengkur keras sementara saya sedang belajar).
- We were smoking while we were drinking. (Kami sedang merokok sementara kami sedang minum).
Negative Form untuk Past Continuous Tense
Bentuk negatif dari kalimat dalam Past Continuous Tense dibuat dengan menambahkan ‘not’ setelah be were/was, seperti yang terlihat dalam formula berikut:
|
Subject + (was/were) + not + (verb1+ing) + object + modifier |
Contoh:
- My daughter was not watching TV at eight o’clock last night. (Anak saya tidak sedang nonton TV jam 8 tadi malam).
- She was not copying the materials at 10 o’clock this morning. (Dia tidak sedang memfotokopi materi jam 10 tadi pagi).
- I was not discussing English with my classmates at 2 p.m. last Friday. (Saya tidak sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kelas saya jam 2 sore hari Jumat yang lalu).
- I was not being busy at 8 o’clock yesterday morning. (Saya sedang tidak sibuk jam 8 pagi kemarin).
- They were not being very happy at 9 o’clock last Saturday night. (Mereka sedang tidak sangat bahagia jam 9 malam minggu lalu).
- When I came home, my daughter was not watching TV. (Ketika saya pulang, putri saya tidak sedang nonton TV).
- When I called him last night, he was not playing card with his friends. (Ketika saya telpon dia tadi malam, dia tidak sedang main kartu dengan teman-temannya).
- When she screamed for help, we were not chitchatting. (Ketika dia berteriak minta tolong, kami sedang ngobrol).
- Someone broke into our house when we were not sleeping. (Seseorang masuk/mencuri ke dalam rumah kami ketika kami tidak sedang tidur).
- I breathed well when somebody was not behaving suspiciously in my backyard. (Saya bernafas lega ketika seseorang tidak sedang bertingkah laku mencurigakan di belakang rumah saya).
- While I was not typing this note, we were watching TV in the family room. (Sementara saya sedang mengetik catatan ini, kami sedang nonton TV di ruang keluarga).
- While the president was giving his speech, the audience was not listening to him carefully. (Sementara presiden sedang berpidato, pemirsa/hadirin tidak sedang mendengarkannya dengan seksama).
- Male students were not playing around while female ones were chitchatting. (Murid-murid laki-laki tidak sedang bermain-main sementara murid-murid wanita sedang ngobrol).
- My roommate was not snoring loudly while I was studying. (Teman sekamar saya sedang tidak mendengkur keras sementara saya sedang belajar).
- We were not smoking while we were not drinking. (Kami sedang tidak sedang merokok sementara kami tidak sedang minum).
Note: NOT dapat dikontraksi dengan be di depannya menjadi: wasn’t dan weren’t. Tetapi, penggunaan kontraksi dianggap sedikit kurang formal.
Yes/No Questions untuk Past Continuous Tense
Bentuk Yes/No Questions untuk Past Continuous Tense mengikuti formula berikut:
|
(Was/were) +subject + (verb1+ing) + object + modifier? |
Contoh:
- Was your daughter watching TV at eight o’clock last night? (Apakah putrid kamu sedang nonton TV jam 8 tadi malam?).
- Was she copying the materials at 10 o’clock this morning? (Apakah dia sedang memfotokopi materi jam 10 tadi pagi?).
- Were you discussing English with your classmates at 2 p.m. last Friday? (Apakah kamu sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kelasmu jam 2 sore hari Jumat yang lalu?).
- Were you being busy at 8 o’clock yesterday morning? (Apakah kamu sedang sibuk jam 8 pagi kemarin?).
- Were they being very happy at 9 o’clock last Saturday night? (Apakah mereka sedang sangat bahagia jam 9 malam minggu lalu?). Dan seterusnya.
Modifier of time untuk Past Continuous Tense
Dari contoh-contoh kalimat di atas dapat kita lihat bahwa modifier of time (keterangan waktu) untuk kalimat-kalimat dalam past continuous tense adalah berupa advervial phrases, yaitu:
- at + jam + last night/two days ago/yesterday morning, dst. Misalnya: at eight o’clock last night, at 10 this morning, dst.
- when + simple past tense. Misalnya: when I came home, when I called him last night, dst.
- while + past continuous tense. Misalnya: while I was typing this note, while we were drinking, dst.


25 comments
jasmine
January 14, 2010
Aku bingung ni sama formula yg ke dua
formula 1:
When + subject1 + simple past tense, subject2 + past continuous
ex: When I(Subject1) came(V2 simple past tense)home, my daughter (Subject2)was watching TV (past continuous)contoh yang ini aku ngerti
nah untuk formula yg kedua ini aku bingung
formula 2:
Subject1 + past continuous + when + subject2 + simple past tense
Someone broke into our house when we were sleeping.
klo contoh yang ini bukannya formulanya sama spt formula1 hanya peletakkan “When” nya saja berbeda.
tolong di jelaskan…thank’s
Swara Bhaskara
January 14, 2010
Maaf karena contoh kalimatnya bikin bingung. Kalimatnya sih tidak salah, cuman main clause-nya bukan dalam past continuous tense melainkan dalam simple past tense yang menggunakan keterangan waktu “when + past continuous tense”.
Someone broke into our house when/while we were sleeping.
Kalimat ini menekankan bahwa seseorang mencuri di rumah kami. Kapan? Ketika kami sedang tidur. (“Sedang tidur”-nya adalah in the past).
Tetapi karena topik ini membahas past continuous tense, semestinya contoh kalimat ini bukan di topik ini. Untuk itu, kalimatnya telah direvisi menjadi:
When someone broke into our house, we were sleeping.
Kalimat ini juga bisa ditulis:
We were sleeping when someone broke into our house.
Thanks Jasmine.
jasmine
January 14, 2010
We were sleeping when someone broke into our house.
Nah ini maksud aku, ya sudah sekarang aku sudah jelas.
Aku masih belajar mengulang tenses niy biar “nglupas”. Aku masih banyak pertanyaan kalau ada yang bikin aku bingung.
Thanks
mj
February 4, 2010
‘while’ digunakan pada saat dua kejadian berlangsung secara bersamaan ya ? dan apakah selalu menggunakan past continuous ?
Swara Bhaskara
February 4, 2010
Selain digunakan dalam past continuous tense, while juga dapat digunakan dalam present continuous tense.
Contoh:
I am writing this reply now. While I am typing, my friends are talking beside me. (Saya sedang menulis reply ini sekarang. Sementara saya sedang mengetik, teman-teman saya sedang ngobrol di samping saya).
Kedua action “typing dan talking” sama-sama sedang berlangsung sekarang.
mj
February 4, 2010
contohnya :
‘while he was reading, we were making a cake in the kitchen.’
is that correct?
Do we need to put the adv. of time ?
thank you.
Swara Bhaskara
February 4, 2010
Yes, it is correct.
Clause yang diawali oleh “while” berfungsi sebagai adverb of time. Di contoh yang mas berikan, adverb of time-nya adalah “while he was reading”. Jika kita ingin memberikan info yang lebih detail, kita juga dapat menambahkan adverb of time di “while clause” ini.
Contoh:
while he was reading “last night”
while he was reading “at 8 o’clock last night”.
Tetapi, kalau “while clause”-nya dalam present continuous tense, “now” sebenarnya tidak diperlukan lagi karena secara inplisist action dari verb di clause present continuous sudah bermakna “now”. Akan menjadi redundant kalau ditulis:
while I’m typing this reply now, …
mj
February 6, 2010
thank you Sir
coozee
February 10, 2010
Sir, I’m still confused in differentiate the meaning sense of second & third formula.
If I change this sentence :
“When I called him last night, he was playing card with his friends.”
with this one :
“While I was calling him last night, he was playing card with his friends.”
Apakah makna kedua kalimat itu sama?
Thank you..
Swara Bhaskara
February 10, 2010
Suggestion:
1. Jika setelah preposition (i.e. IN, AT, ON, OF, dst) diikuti oleh verb, maka verb tersebut dalam bentuk gerund (verb-ing).
2. Article THE dibutuhkan jika noun yang kita eskpresikan sudah pernah disebutkan sebelumnya atau jika kita mengacu ke noun yang telah pernah disebutkan itu.
Note: THE yang kedua optional.
And now, let’s go back to your question!
Ada sedikit perbedaan makna antara “when” (ketika) dan “while” (sementara). When umumnya digunakan untuk mengekspresikan kejadian atau aktivitas yang berlangsung singkat, sedangkan while untuk kejadian atau aktivitas yang berlangsungnya lama. Oleh karena itu, kejadian yang diekspresikan dengan “when” selalu mengintrupsi kejadian yang diekpresikan dengan “while”.
Verb “call” = menelpon (action ketika nekan nomor telpon yang mau dihubungi dan nekan tombol call (kalau di hp), sebelum percakapan di telpon dimulai). Action dari verb “call” termasuk singkat, so lebih umum digunakan relative pronoun “when”.
When I called him last night, he was playing card with his friends.
Jika yang diekspresikan adalah : “Aku sedang ngobrol di telpon dengan dia tadi malam, dan sambil ngobrol dengan aku (di telpon), dia juga main kartu dengan teman-temannya”, barulah lebih tepat digunakan “while”, tetapi verb-nya bukan “call” melainkan “talk” (on the phone):
While I was talking with him on the phone last night, he was playing card with his friends.
Dan, misalkan jaringan error, dan “Aku berulang kali mencoba dial his number tadi malam” tetapi tidak bisa konek (tidak bisa ngobrol) dengan dia. Pada saat aku sedang mencoba dial his number, dia sedang main kartu dengan teman-temannya”. Di sini juga lebih tepat digunakan “while”:
While I was trying to call him last night, he was playing card with his friends.
Tetapi, kata-kata dalam bahasa Inggris ada saja perkecualiannya. Untuk menyatakan “ketika aku muda”, “ketika aku murid SD”, dan seterusnya, yang waktu kejadiannya jauh in the past, native speaker menggunakan “when” walaupun durasi waktunya lama atau bertahun-tahun:
When I was young, …
When I was an elementary school student, …
Jadi bingung juga menjelaskannya.
.
Digunakan “when” mungkin karena tetap mengekspresikan waktu (kapan) yang singkat yang terjadi di kurun waktu yang lama itu, tetapi tidak mengespresikan proses kejadiannya (how).
A : When did you go to Bali for the first time?
B : I went to Bali for the first time when I was young.
A : When was that?
B : Let me see. It was in 1990. I was five years old at that time.
coozee
February 11, 2010
Wow!! That really helps me. I understand now. Thank you for your explanation & suggestion. ^_^
mj
February 18, 2010
Good Afternoo, Mister
1. ‘While I was typing this note, my family was watching TV in the family room’. Negative and Interrogative-nya gimana ?
2. There are two sentences when we’re using ‘while’ and ‘when’, right?
So, sentence yang mana yang kita rubah ke negative? bisakah kita ubah semuanya ke dalam bentuk negative ? Dari segi apanya jika kita hanya harus merubah salah satunya ?
Thank You, again ^^
Swara Bhaskara
February 19, 2010
Dalam berbicara atau menulis, kita menyampaikan/mengekspresikan fakta, prediksi, argumen, pikiran, dan seterusnya, berupa kalimat atau clause. Jika yang disampaikan bermakna positif maka kalimatnya kita sebut kalimat positif (affirmative), jika bermakna negatif (mengandung TIDAK atau BUKAN) kita sebut kalimat negatif, jika membutuhkan jawaban, kita sebut kalimat tanya (interrogative).
‘While I was typing this note, my family was watching TV in the family room’.
Pokok kalimatnya adalah “My family was watching TV in the family room”, sedangkan “‘While I was typing this note” adalah anak kalimat yang berfungsi sebagai keterangan waktu. Secara keseluruhan, kalimat ini menyampaikan apa yang sedang dilakukan oleh subject “my family”, sementara “I” sedang mengetik tulisan ini. Di contoh ini, baik pokok kalimat maupun anak kalimatnya berupa kalimat positif (karena faktanya memang demikian).
Jika misalnya suara TV sangat keras, sehingga “I” tidak bisa konsentarsi dalam mengetik; “I” kemudian mengultimatum keluarga untuk tidak menghidupkan/nonton TV di ruang keluarga, sementara “I” sedang mengetik, maka fakta/informasi yang disampaikan bisa saja menjadi:
‘While I was typing this note, my family was NOT watching TV in the family room’. OR
‘While I was NOT typing this note, my family was watching TV in the family room’. OR
‘While I was NOT typing this note, my family was NOT watching TV in the family room’.
Jadi, baik pokok kalimat maupun anak kalimat dapat berupa kalimat positif atau juga kalimat negatif. Dan sekali lagi, hal ini ditentukan oleh fakta atau apa yang ingin disampaikan.
Dan sekarang, “How to address question?”. Dengan menggunakan contoh di atas, berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang dapat atau mungkin ditanyakan:
1. Yes/no question
Was your family watching TV in the family room while you were typing this note?
Wasn’t your family watching TV in the family room while you were typing this note?
Was your family watching TV in the family room while you were NOT typing this note?
Wasn’t your family watching TV in the family room while you were NOT typing this note?
2. Tag question
Your family was watching TV in the family room while you were typing this note, wasn’t it?
Your family was NOT watching TV in the family room while you were typing this note, was it?
Your family was watching TV in the family room while you were NOT typing this note, wasn’t it?
Your family was NOT watching TV in the family room while you were NOT typing this note, was it?
3. Information question
WHO was watching TV in the family room while you were typing this note?
WHAT was your family doing in the family room while you were typing this note?
WHERE was your family watching TV while you were typing this note?
WHEN was your family watching TV in the family room?
4. Embedded question
I want to know WHO was watching TV in the family room while you were typing this note.
Can you tell me WHAT your family was doing in the family room while you were typing this note?
I am wondering WHERE your family was watching TV while you were typing this note.
I am asking WHEN your family was watching TV in the family room.
Dan seperti kita lihat, yang dirubah ke dalam pola interrogative adalah pokok kalimatnya.
Bagaimana kalau anak kalimat atau keterangan waktunya diawali dengan WHEN? Jawabannya adalah sama dengan jika diawali oleh WHILE.
mj
February 20, 2010
wow, thanks a million Mister
jafarmadina
March 23, 2010
Dalam grammar, kata “has been” sudah jelas; mungkin semua orang sudah tahu. Akan tetapi kalu dalam mengartikan suatu cerita atau novel malah jadi bingung kalau ketemu sama “has”,”been”, atau “has been” nah tolong jelaskan cara penggunaan kata tersebut!
Swara Bhaskara
March 23, 2010
PENGGUNAAN HAS
“HAS” adalah singular verb form dari “HAVE”. “HAS” digunakan kalau subjectnya orang ketiga tunggal (seperti: “he”, “she”, “it” dan noun yang dapat digantikan dengan “he”, “she”, atau “it”).
Pola-pola penggunaannya antara lain:
1. He/She/It + HAS + object …
2. He/She/It + HAS TO + verb1 …
NOTE: Pola 1&2 adalah penggunaan HAS dalam simple present tense. Di Pola 1, HAS = punya/mempunyai, sedangkan di Pola 2, HAS TO = MUST = harus.
3. He/She/It + HAS + VERB3 … (Active)
4. He/She/It + HAS + BEEN + VERB3 … (Passive)
5. He/She/It + HAS + BEEN + adjective/noun …
NOTE: Pola 3&4&5 adalah pengunaan HAS dalam present perfect tense. Disini, HAS berfungsi sebagai auxiliary yang dapat diterjemahkan menjadi “TELAH/SUDAH”.
6. He/She/It + HAS + BEEN + VERB-ING … (Active)
7. He/She/It + HAS + BEEN + BEING + VERB3 … (Passive)
8. He/She/It + HAS + BEEN + BEING+ adjective/noun …
NOTE: Pola 6&7&8adalah pengunaan HAS dalam present perfect continuous tense. Di sini, HAS juga berfungsi sebagai auxiliary yang dapat diterjemahkan menjadi “TELAH/SUDAH”.
ADDITION:
a. Kalau subjectnya plural (seperti: I, we, you, they, dan noun yang dapat digantikan dengan we atau they), tinggal kita ganti “HAS” di pola-pola di atas dengan “HAVE”.
b. Kalimat negatif untuk Pola 1&2: HAS berubah menjadi DOES NOT HAVE, sedangkan kalimat tanya: DOES + HE/SHE/IT + HAVE …?
c. Kalimat negatif untuk Pola 3-8: tambahkan NOT setelah HAS, sedangkan kalimat tanya: tempatkan HAS di depan subject.
Penggunaan pola-pola di atas dan contoh-contoh kalimatnya dapat dibaca pada link yang saya berikan di atas. Moga membantu. Thanks.
jafarmadina
March 24, 2010
1.wahhh…makin bingung nih…bukankah dalam present tense tdk kata has, yang saya tau dalam present tense
subyek + VERB1 + OBYEK contoh I DRINK COFFEE
jelas tidak ada kata HAS
2. apakah kata will, can, would dll kalau ditambahkan be akan berubah arti?
ok thanks
Jafar Madina
Swara Bhaskara
March 24, 2010
1. Betul. Pola umum untuk simple present tense adalah :
SUBJECT + VERB1 + OBJECT …
Pola 1&2 di tanggapan saya sebelumnya adalah KHUSUS penggunaan verb HAVE dalam simple present tense jika subject-nya adalah orang ketiga tunggal (seperti: he, she, it atau noun yang dapat digantikan dengan he, she atau it). Dengan kata lain, subject dari pola umum tadi saya ganti dengan “he atau she, atau it, sedangkan verb1-nya saya ganti dengan HAS (pola 1) dan HAS TO (pola 2).
NOTE: Untuk verb lainnya (semuanya, selain HAVE), jika subject-nya orang ketiga tunggal, berubah dengan menambahkan -s atau -es dibelakang verb bersangkutan. [Silakan baca kembali PENGGUNAAN SIMPLE PRESENT TENSE].
Contoh kalimatnya:
He has two cars. (Dia punya dua mobil).
She has a lot of money. (Dia punya banyak uang).
Be careful with that rose! It has a lot of thorns. (Hati- hati dengan mawar itu. Mawar itu punya banyak duri). “IT” di kalimat ini menggantikan “that rose”.
Kalimat negatif-nya:
He doesn’t have a car. (Dia tidak punya sebuah mobil).
She doesn’t have a lot of money. (Dia tidak punya banyak uang).
Don’t worry about that rose! It doesn’t have thorns. (Jangan khawatir dengan mawar itu. Mawar itu tidak punya duri).
Kalimat tanya:
Does he have a car? (Apakah dia punya sebuah mobil?).
Does she have a lot of money? (Apakah dia punya banyak uang?).
I’m afraid to touch it. Doesn’t it have many thorns? (Aku takut menyentuhnya. Bukankah mawar itu punya banyak duri?).
Sekarang silakan ganti HAS dengan HAS TO. Tapi ingat, artinya berbeda. HAS = punya/mempunyai, sedangkan HAS TO = harus.
2. (a) Jika auxiliary diikuti oleh adjective atau noun (tanpa verb), (b) jika kalimat aktif dalam simple future continuous tense atau dalam past future tense, dan(c) jika kalimat pasif, “BE” harus ada setelah auxiliary tersebut,
Contoh:
She will be happy. (Dia akan bahagia).
He might be jealous. (Dia mungkin cemburu).
I will be reading my book at 10 o’clock tonight. (Aku akan sedang membaca bukuku pada jam 10 malam ini).
The library will be closed in 15 minutes. (Perpustakaan akan ditutup 15 menit lagi).
Kalimat ini akan SALAH (tapi, apakah bule akan ngerti atau tidak, saya tidak tahu) kalau “BE”-nya dihilangkan menjadi:
She will happy. INCORRECT
He might jealous. INCORRECT
I will reading my book at 10 o’clock tonight.INCORRECT.
The library will closed in 15 minutes. INCORRECT.
Sebaliknya, “BE” tidak dibutuhkan setelah auxiliary, jika kalimat aktif dalam simpe future tense dan past future tense.
I will drink a glass of coffee. (Aku akan minum segelas kopi).
You may go now.(Kamu boleh pergi sekarang).
If I had a pair of wings, I could fly (Jika aku punya sepasang sayap, aku dapat terbang).
Ketiga kalimat ini akan salah kalau setelah auxiliary ditambahkan “BE”, menjadi:
I will be drink a glass of coffee. INCORRECT
You may be go now. INCORRECT
If I had a pair of wings, I could be fly. INCORRECT
Jadi, jika “BE” dihilangkan atau ditambahkan setelah auxiliary, di luar pola-pola bakunya, kurang tepat kalau dibilang “merubah arti”. Lebih tepat kalau dibilang : MERUSAK MAKNA“.
jafarmadina
March 23, 2010
Apakah kata “be” sama dengan “am, is, are”?
Swara Bhaskara
March 23, 2010
Yes, “BE” bisa sama dengan:
1. AM, IS, atau ARE kalau digunakan dalam simple present tense (jika kalimatnya tidak ada verb), present continuous tense, dan simple future tense. Kapan kita gunakan AM, IS, atau ARE ditentukan oleh subject kalimatnya.
Selain ke tiga di atas, “be” juga bisa sama dengan:
2. WAS, atau WERE kalau digunakan dalam simple past tense (jika kalimatnya tidak ada verb), past continuous tense, dan past future tense. Kapan kita gunakan WAS atau WERE ditentukan oleh subject kalimatnya.
3. BE. Umumnya digunakan untuk membentuk verb phrase: “auxiliary + be” (seperti: will be, can be, would be, could be, may be, might be, dst). Hal ini telah dibahas secara khusus di topik Penggunaan the simple form of BE.
4. BEEN. Digunakan dalam kalimat-kalimat perfect tense (present/ past/future perfect, termasuk bentuk progressivenya).
jafarmadina
March 24, 2010
satu lagi nih…
dimana letak perbedaan not dengan no dan kapan kita menggunakannya?
ok thanks
Jafar Madina
Swara Bhaskara
March 24, 2010
NO vs NOT.
NO dan NOT dalam bahasa Indonesia sama-sama berarti “tidak” atau “bukan”. NO paling sering digunakan untuk menjawab pertanyaan. Dalam hal ini, NO adalah kebalikan dari YES (= ya). NOT paling sering digunakan untuk membuat kalimat negatif. NOT bukan kebalikan dari YES.
Contoh:
Did you visit my blog yesterday? (Apakah kamu mengunjungi blogku kemarin)?
No, I did not. (Tidak, Aku tdak mengunjungi blogmu kemarin).
Have you ever gone to the moon yet? (Apakah kamu sudah pernah pergi ke bulan?)
No, I have not. (Tidak, aku belum pernah pergi ke bulan).
NOTE: Dalam jawaban seperti di atas, kata NO tidak boleh diganti dengan NOT.
Not, I did not. INCORRECT
Not, I have not. INCORRECT
Apakah ada penggunaan NO yang lain?
Ya, ada. Silakan baca: PENGGUNAAN KATA “NO”.
edo_11
August 31, 2010
mas saya mau tanya..
apakan when itu selalu digunakan seperti formula ini
When + subject1 + simple past tense, subject2 + past continuous
atau bisa juga
When + subject1 + past continuous, subject2 + simple past tense?
Swara Bhaskara
September 1, 2010
When berfungsi sebagai peng-introduce keterangan waktu. Selain digunakan dalam pola “When + subject1 + simple past tense, subject2 + past continuous”, kadang digunakan dalam pola “When + subject1 + past continuous, subject2 + simple past tense”. But, di pola 2 ini lebih tepat kalau digunakan while. Sebaliknya, jangan gunakan while di pola 1.
Penggunaan when lainnya antara lain:
a. untuk menggantikan before dan after pada kalimat past perfect tense:
Subject + past perfect when subject + past tense.
I had seen a UFO when you saw it.
b. untuk menggantikan before dan after pada kalimat past perfect continous tense:
Subject + past perfect continuous when subject + past tense.
They had been going out for 5 years when they broke up.
c. dalam simple present tense:
Subject + simple present when subject + simple present.
Photosynthesis occurs when solar radiation is available.
d. dalam simple future tense:
Subject + simple future when subject + simple present.
It will be dark when we arrive there.
confusewithgerund
April 18, 2011
Mohon maaf, mengapa kalimat ini “I held my breath when somebody was behaving suspiciously in my backyard.” tidak memenuhi kaidah rumus di atas?
Apakah seharusnya “I was holding my breath when somebody behaved suspiciously in my backyard”?